Tips Menghindari Revisi Bagi Mahasiswa Arsitektur

Menjadi mahasiswa arsitektur identik dengan tugas-tugas segunung. Sayangnya, ketika kertas itu sudah dikumpulkan ke hadapan dosen, ternyata masih harus direvisi karena ada saja celanya. Padahal kamu sudah bekerja ekstra keras dalam mengerjakannya, bahkan sampai lupa waktu.

Untuk merevisi sebuh tugas juga membutuhkan waktu yang lama. Karena memperbaiki ternyata lebih susah daripada menciptakan desain rancang bangun. Revisi tentu saja butuh banyak kertas, tenaga, dan pemikiran ekstra. Jika kurang beruntung, maka kamu bisa disuruh mengerjakan revisi lebih dari 2 kali. Ini beberapa cara agar seorang mahasiswa arsitektur terhindar dari revisi.

1. Tenang

Pastikan hatimu tenang saat mengerjakan tugas. Ketika kamu terlalu bernafsu untuk menyelesaikannya dan terburu-buru, sketsa rancang bangun itu bisa saja lekas selesai. Namun ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena sebuah karya seni tidak bisa tertuang dari sebuah ketergesaan. Pastikan juga kamu melihat tugas itu dengan teliti sebelum mengumpulkannya, agar ketika ada yang salah bisa langsung dibetulkan.

Goresan dari calon arsitek yang terburu-buru bisa terlihat oleh mata dosen yang jeli. Ia bisa mengembalikannya dan menyuruh untuk revisi saat itu juga, hanya dengan memandang selama 1 menit. Seorang calon arsitek kadang dituntut jadi seniman serba bisa, yang menguasai gambar teknik sekaligus mengerti keindahannya. Jadi pastikan tugas yang kamu garap dikerjakan dengan perasaan tenang, karena akan cepat selesai namun hasilnya tetap bagus.

2. Rapi dan Bersih

Mahasiswa adalah calon arsitek yang dituntut untuk selalu rapi dalam mengerjakan tugas. Jangan sampai ada coretan pensil atau spidol di luar dari sketsa desain rancang bangun. Jadi kamu memang dituntut untuk mengerjakannya sesempurna mungkin dan harus bebas dari bekas tangan yang kotor. Untuk itu, sediakan tisu yang bisa menyerap keringat yang menetes dari genggaman tangan.

Jadi, taruhlah kertas dan peralatan gambar di kamar dalam posisi yang mudah dijangkau dan pastikan mereka dalam keadaan bersih. Pensil selalu diraut tajam dan penggarisnya juga lurus tanpa cela. Meja gambar juga harus dilap dengan tisu basah dan dikeringkan, agar bersih dan tidak meninggalkan bekas kotoran ke kertas.

3. Sesuai Brief

Pastikan tugas yang kamu buat sudah sesuai brief  yang dikatakan oleh dosen. Jangan sampai ketika sudah dikumpulkan, ternyata salah, karena salah memahaminya. Rasanya kerja keras jadi sia-sia. Akhirnya harus revisi, padahal sangat melelahkan dan menguras tenaga.

Untuk menghindari kesalahpahaman, kamu bisa mengantisipasinya dengan bertanya kepada dosen. Jika memang belum mengerti kemauannya bagaimana. Dosen yang baik pasti akan menerangkan bahwa tugas yang diharapkan adalah seperti ini dan itu. Jadi kamu mengerti kemauannya dan bisa terhindar dari revisi.

4. Membaca Literatur di Perpustakaan

Perpustakaan adalah tempat yang baik untuk mencari ide sebelum kamu mengerjakan tugas. Walau sekarang sudah banyak artikel di internet, tetapi informasi dari buku tentu lebih valid. Kamu bisa mencapatkan literatur untuk sumber ide desain, jadi nanti ketika tugas dikumpulkan hasilnya memuaskan. Karena sesuai dengan kemauan dan selera dosen.

Jangan salah sangka bahwa perpustakaan adalah tempatnya orang-orang nerd. Karena sebenarnya di sana ada banyak pemburu ilmu yang ingin mengisi otaknya dengan bacaan bergizi. Sebagai mahasiswa yang baik, tentu kamu suka berada di perpustakaan, bukan?  membaca juga jadi relaksasi, dan membuatmu punya banyak referensi. Sehingga hasil sketsa yang dibuat sangat brilian dan tidak perlu revisi berulang kali.

5. Sepenuh Hati

Ketika diberi tugas oleh seorang dosen, jangan menggerutu karena harus begadang lagi dan lagi. Ikhlaskan dan pikirkan bahwa tugas-tugas ini adalah latihan sebelum kamu jadi arsitek profesional. Kerjakan tugas dengan sepenuh hati. Hasilnya, gambar itu terlihat apik dan mempesona dosen. Sehingga kamu tidak perlu merevisinya.

Menjadi mahasiswa arsitektur berarti kamu siap ditempa dengan tugas dan revisi. Kamu jangan mengeluh dulu, karena tujuannya baik. Agar nanti kamu jadi arsitek yang brilian. Untuk menghindari revisi tugas, maka pastikan kamu mengerjakannya dengan sepenuh hati, rapi dan bersih, serta tentu dikumpulkan tepat waktu. Ayo semangat mengerjakannya agar hasilnya bagus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top