Ketika akan mendaftar kuliah, kadang kamu bingung antara jurusan teknik sipil dengan arsitektur. Memang mereka sama-sama belajar tentang bangunan, namun tentu ada bedanya. Di jurusan arsitektur lebih menuntut sense of art karena melihat bangunan dari segi seninya. Seorang mahasiswa arsitektur belajar tentang cara mendesain rumah dan gedung, sedangkan mahasiswa teknik sipil belajar tentang struktur bangunannya. Ini beberapa perbedaan lainnya.
1. Bentuk Bangunan dan Strukturnya
Mahasiswa arsitektur belajar untuk membuat bentuk bangunan seindah mungkin, namun tetap logis dan sesuai dengan luas tanah yang akan dibangun. Kemampuan untuk menggambar sketsa rumah dan mendesain juga dangat diperlukan. Seorang mahasiswa arsitektur juga dituntut memiliki imajinasi yang tinggi, agar bisa membuat desain rancang bangun yang indah.
Sedangkan mahasiswa teknik sipil lebih fokus ke struktur bangunannya. Memang mereka juga belajar cara menggambar teknik, tapi tidak dengan desain rumahnya. Fokus pada jurusan ini adalah mempelajari bagaimana struktur suatu bangunan, pondasinya, dan lain-lain. Dalam perkuliahan juga diajari untuk menghitung bagaimana cara agar struktur sebuah bangunan itu kuat. Jadi lebih menggunakan kemampuan matematika daripada imajinasi.
2. Memilih Warna dan Jenis Material
Ketika seorang mahasiswa arsitektur magang di sebuah biro, maka ia belajar untuk memilih warna dan tekstur material yang sesuai dengan selera klien. Kemampuan dan sense of art mereka tentu diperlukan. Jadi nanti antara warna cat tembok, pagar, dan warna lantai keramik bisa serasi. Semua ini karena saran dari calon arsitek tersebut yang memilihkan paduan warnanya.
Mahasiswa teknik sipil tidak mengurusi warna dari material bangunan, melainkan jenis-jenisnya. Apakah lebih baik rumah itu dibuat dengan bata merah atau batako? Atapnya memakai genteng biasa atau hanya seng saja? Jadi mereka memilih material berdasarkan fungsi dan harganya, tapi tidak warnanya.
3. Desain dan Kekuatan Bangunan

Mahasiswa arsitektur belajar untuk membuat suatu desain yang menarik dan sesuai dengan keinginan klien. Mereka bisa membuat desain yang indah dan disukai oleh banyak orang. Desain itu bisa berupa sketsa di kertas atau dalam bentuk digital dengan software 2D maupun 3D.
Sedangkan mahasiswa teknik sipil tidak mengurus desain bangunan, melainkan kekuatannya. Ia sibuk menghitung, jika bangunan ini dibangun dengan semen kualitas tinggi, kira-kira bisa bertahan selama berapa tahun? Apakah bangunan ini tahan gempa? Jadi seorang mahasiswa teknik sipil lebih pandai menghitung daripada menggambar.
4. Detail Desain Rumah dan Manajemen Pembangunannya
Seorang mahasiswa arsitektur membuat desain rumah secara detail sekali. Misalnya lebar rumah 7 meter, panjangnya 10 meter, ukuran pintunya sekian meter, dan lain-lain. Detail ini sangat penting karena nanti akan diwujudkan saat sebuah rumah dibangun. Jadi sudah ada perhitungannya, tinggal diwujudkan saja.
Mahasiswa teknik sipil memang bisa menggambar bangunan itu juga, tapi ia tidak bertugas sebagai desainer, melainkan seorang manajer. Ia mengawasi pembangunan rumah tersebut, apakah sudah sesuai dengan rancang bangun yang dibuat oleh arsitek? Mahasiswa teknik sipil turut melihat apakah kuli dan tukang sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan standarnya. Mereka harus memakai semen dan material lain yang berkualitas baik, yang sesuai dengan keinginan klien.
5. Komunikasi dan Perhitungan Matematis
Ketika kuliah, mahasiswa arsitektur belajar cara berkomunikasi yang baik, karena ia tentu sering bertemu dengan banyak klien yang ingin dibuatkan desain rancang bangun. Ia juga belajar bagaimana karakter seorang klien sehingga tahu desain apa yang cocok dengan selera dan kebutuhannya, serta mempresentasikannya dengan baik. Kemampuan komunikasi ini sangat penting karena ia dituntut agar bisa menjelaskan konsep desain yang dibuat, agar bisa diterima oleh klien.
Sedangkan mahasiswa teknik sipil tidak terlalu mempelajari skill komunikasi karena dituntut untuk lebih jago dalam hal berhitung. Ia sibuk belajar matematika teknis karena nanti akan dipakai ketika menghitung kekuatan bangunan, menghitung perkiraan biaya renovasi rumah klien, dan lain-lain.
Itulah perbedaan antara jurusan sipil dan arsitektur. Ternyata ada banyak sekali bedanya. Jika kamu cenderung suka berimajinasi, menggambar, dan ingin belajar membuat desain rancang bangun, maka lebih cocok untuk kuliah di jurusan arsitektur.
