Beberapa Karya Mahasiswa Arsitektur

Ketika kuliah di jurusan arsitektur, maka setidaknya butuh waktu minimal 4 tahun. Selama itu mahasiswa belajar dan akhirnya mahir dalam merancang dan membuat desain. Kemudian gambar itu  diwujudkan dalam sebuah bangunan.

Sebenarnya apa saja yang dihasilkan oleh mahasiswa arsitektur sebagai hasil dari perkuliahan selma bertahun-tahun? Kebanyakan dari kita mengira bahwa karya mereka hanya berupa sketsa gambar rancang bangunan atau rumah. Karya itu bisa digambar manual atau dengan software AutoCAD. Sebenarnya ada banyak karya lain dari mahasiswa arsitektur, contohnya antara lain:

1. Maket

Menurut Wikipedia, maket adalah bentuk tiruan 3 dimensi dan berskala kecil.  Maket tidak selalu terbuat dari kayu, tapi juga dari kertas, styrofoam, dan bahan-bahan lain. Ukuran maket memang kecil tapi harus dibuat detail, karena ia adalah miniatur dari bangunan yang sebenarnya. Jadi membuatnya tidak boleh ngawur.

Mahasiswa arsitektur membuat maket sebagai miniatur dari rancangan bangunan yang akan dibuat. Dengan adanya maket, maka kamu sebagai calon arsitek bisa menunjukkan kepada klien, kira-kira nanti bangunanny seperti apa setelah jadi 100 %. Kadang klien lebih senang melihat maket daripada sekadar sketsa, karena memang lebih detail.

2. Sketsa

Menurut KBBI, pengertian sketsa adalah lukisan yang cepat, gambar sebuah rancangan, denah, atau bagan. Seorang mahasiswa arsitektur tentu diajari cara menggambar sketsa sebagai gambaran dari rumah atau gedung yang akan dibangun. Jadi tidak heran kalau kamu bertemu dengan mahasiswa yang akan berangkat kuliah dan membawa tas berbentuk tabung, isinya adalah kertas untuk menggabar sketsa.

Saat akan membuat sketsa, tentu butuh penggaris dan pensil yang diraut tajam. Dengan percaya diri, mahasiswa arsitektur membuat garis-garis sehingga membentuk gambar bangunan, dan menggunakan teknik perspektif, agar desain bangunannya terlihat bagus namun tetap logis. Sketsa ini bisa ditunjukkan ke klien sebagai gambaran awal nanti bangunan yang sudah jadi seperti apa. Walau hanya berupa gambar, namun sketsanya tetap harus akurat, bahkan tidak boleh tergeser garisnya walau hanya 1 milimeter. Karena ini adalah miniatur dari rancangan bangunan, jadi harus benar-benar presisi ukurannya.

3. Konsep

Konsep sebenarnya adalah tahapan sebelum seorang arsitek memuat suatu desain rancang bangun. Jadi misalnya, ketika seorang klien minta dibuatkan gambar sketsa rumah yang diinginkan, arsitek bertanya dulu seleranya bagaimana. Apakah ingin rumah bergaya klasik, modern minimalis, atau gaya tradisional.

Selanjutnya, arsitek membuat sketsa berdasarkan informasi dari klien mengenai luas tanah, selera pribadi tentang bentuk rumahnya, lokasi, dan lain-lain. Jadi, konsep itu sangat penting karena seorang arsitek mengerti bagaimana keinginan klien dan merepresentasikannya dalam sebuah sketsa. Kemudian ia juga membuatkan konsep bangunan yang membuat penghuninya merasa nyaman, jadi tidak hanya indah tapi juga enak untuk ditinggali.

4. Gambar DED

DED adalah singkatan dari detail engineering design. Gambar DED adalah detail gambar kerja yang dibuat oleh konsultan perencana untuk bangunan, seperti gedung, bendungan, jembatan, dan lain-lain. DED harus digambar dengan presisi dan detail, agar nanti hasilnya akurat dan sesuai dengan rencana.

Sebenarnya gambar DED adalah tanggungjawab dari konsultan perencana. Namun mahasiswa sebagai calon arsitek juga membuatnya sebagai persiapan jika nanti ia membuat kantor konsultan atau kontraktor properti sendiri. Karena karir lulusan jurusan arsitektur tidak hanya jadi arsitek, tapi bisa juga membuat perusahaan sendiri. Sebagai contoh adalah Ir. Ciputra (alm) yang sukses dengan perusahaan propertinya.

5. Animasi

Ternyata mahasiswa arsitektur juga bisa menghasilkan animasi yang dijamin ciamik, jadi bukan hanya sketsa bangunan saja. Animasi dibuat dengan software dan hasilnya tidak mengecewakan. Cukup banyak juga mahasiswa arsitektur yang menekuni hobi animasi, karena bisa mengasah sense of art dan juga kepekaan visual.

Ada banyak karya yang dihasilkan oleh mahasiswa arsitektur, tidak hanya berupa sketsa atau gambar rancang bangun. Namun bisa berupa gambar DED, konsep, maket, sampai animasi. Jadi mahasiswa arsitektur juga belajar tidak hanya bagaimana cara membuat desain, tapi juga cara membuat konsep yang sesuai dengan keinginan klien. Arsitek bukan hanya membuat gambar, tapi juga menuangkan imajinasi sebagai hasil dari request para kliennya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top