Menjadi mahasiswa arsitektur adalah sebuah kebanggaan, karena kamu adalah calon arsitek yang bisa membuat banyak bangunan bagus. Namun tentu saat kuliah butuh perjuangan dan tekad kuat, agar bisa lulus tepat waktu dan jadi sarjana teknik yang kompeten. Ini beberapa kebiasaan yang akan kamu alami saat jadi mahasiswa arsitektur.
1. Membawa Drafting Tube
Drafting tube adalah tas berbentuk tabung yang berisi kertas bergambar desain rancang bangun. Tujuannya agar kertas itu aman dari tetesan hujan dan tidak terlipat ketika dibawa dalam perjalanan. Saat jadi mahasiswa arsitektur, kamu tentu membawa drafting tube ketika berangkat ke kampus, pulang ke kos-kosan, atau saat mampir sebentar untuk beli nasi bungkus di warung.
Tas berbentuk tabung ini yang akhirnya jadi ciri khasmu sebagai mahasiswa arsitektur. Ketika mahasiswa sastra membawa kamus dan mahasiswa kedokteran membawa stetoskop, maka mahasiswa arsitektur identik dengan drafting tube.
2. Minum Kopi
Kopi dan mahasiswa arsitektur bisa jadi sahabat baik, karena kamu dituntut untuk mengerjakan tugas yang menantang dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Karena ingin lekas selesai, kamu akhirnya jadi begadang dan mengganjal mata dengan secangkir kopi panas. Kesyahduan nuansa tengah malam dan goresan di atas kertas membuatmu bersemangat untuk menyelesaikannya.
Karena sering ngopi, kamu jadi sedikit tahu mana kopi yang enak dan mana yang biasa saja. Ketika anggaran mepet, maka tak punya kopi mahal pun tak apa. Kamu akhirnya beli kopi sachet sekalian sampai 2 lusin, agar lebih awet dan praktis. Saat mengerjakan tugas hingga dini hari lalu mengantuk, tinggal seduh dengan air panas.
3. Sibuk Sampai Jarang Ikut Organisasi
Mahasiswa arsitektur identik dengan kesibukan. Bukan sibuk berbisnis, tapi sibuk belajar dan mengerjalan tugas. Mereka terbiasa fokus untuk mengejar nilai yang bagus. Saking sibuknya dan karena terlalu sering begadang, akhirnya jadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Malah ada yang rela tidur di ruang UKM kampus karena kemalaman.
Walau tidur di ruang UKM bukan berarti mahasiswa arsitektur mengikuti organisasi tersebut. Biasanya mereka hanya numpang istirahat sebentar. Mereka memang jarang bisa ikut UKM atau organisasi lain seperti pencak silat, lagi-lagi karena sibuk belajar dan mengerjakan tugas dari dosen.
4. Menghadap Gadget
Sekarang mahasiswa arsitektur dimudahkan dengan teknologi. Jadi desain tidak usah digambar manual dengan pensil dan kertas, melainkan bisa pakai software AutoCAD. Tak heran mahasiswa arsitektur juga punya kebiasaan menghadap gadget. Bukan untuk main game, tapi mengerjakan desain dengan software itu, atau SketchUp, PhotoShop, dan 3D Max.
Oleh karena itu, ketika ada mahasiswa arsitektur yang membuka laptop, jangan sekali-kali diajak bicara apalagi mencoleknya. Bisa-bisa buyar konsentrasinya, karena sedang ada ide lalu ingin dituangkan di dalam gadget kesayangannya, tapi malah digoda. Masyarakat juga perlu diedukasi bahwa gawai bisa digunakan untuk belajar, mengerjakan tugas, dan bekerja. Jadi buka laptop bukan hanya untuk main game atau hanya iseng buka media sosial.
5. Mengkonsumsi Makanan Praktis
Sebagai mahasiswa arsitektur yang sibuk kuliah dan mengerjakan tugas, kamu akhirnya membeli makanan saja karena tidak sempat memasak. Yang dibeli pun hidangan praktis siap santap, misalnya nasi goreng. Kalau sedang banyak tugas, mahasiswa juga bisa menyetok roti atau makanan kecil yang mengenyangkan untuk mengganjal perut. Karena nanggung jika sketsa ditinggal ketika merasa kelaparan. Sedikit lagi selesai.
6. Tidur Lama
Saat kuliah, kamu mengorbankan waktu tidur untuk mengerjakan tugas yang segunung dan juga membaca buku referensi. Ketika liburan, biasanya jadi ajang ‘balas dendam’. Seorang mahasiswa bisa tertidur lebih dari 8 jam sehari. Tujuannya untuk menyegarkan badan dan mengganti hutang tidur. Jadi jangan heran ketika ada mahasiswa arsitektur yang lebih memilih untuk mendekam di kamar dan tidur, daripada jalan-jalan saat liburan.
Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh mahasiswa arsitektur. Begadang itu biasa, begitu juga dengan ngopinya. Mahasiswa arsitektur juga menggembol tas tabung ke mana-mana dan semangat kuliah hingga mencintai kampus, dan kadang tertidur di dalamnya. Kebiasaan ini mungkin terlihat agak mengerikan bagi orang awam, tapi mereka enjoy saja menjalaninya, demi menjadi calon arsitek profesional yang membanggakan.
